Thursday, July 9, 2015

Sekian lama tidak menjenguk blogku ini, tiba-tiba aku terlintas untuk singgah di sini. Alhamdulillah aku masih boleh sign in ... Aku akan cuba menulis semula kisah suka-duka kehidupanku sebagai insan yang bergelar guru.

Wednesday, September 11, 2013

Sekadar luahan rasa...

Entah kenapa tiba-tiba aku teringat blog yang telah lama ku tinggalkan. bagai ada sesuatu yang terbuku di hati yang sangat menganggu emosi dan mindaku. Aku perlu luahkan kepada eseorang...tapi perlukah? Hampir 2 bulan aku meninggalkan sekolah untuk menghadiri kursus , kini aku kembali semula ke sekolah. Hmm...dengan semangat yang membara dan penuh motivasi, aku melangkah ke sekolah bersama azam dan tekad mahu melakukan sesuatu yang terbaik untuk murid-muridku. Hari ini adalah hari ke 3 aku di sekolah. Beberapa orang guru menemuiku, dengan wajah yang sedih dan meluahkan apa yang berlaku ke atas mereka. Salah seorang dari mereka ialah menteeku yang baru posting awal tahun ini. Dia mendakwa telah difitnah dengan pelbagai tuduhan yang ia tidak lakukan sehingga sampai dipanggil pengetua.Aku hanya mampu memberi motivasi dan minta banyakkan bersabar. Dalam dunia pekerjaan, kadang-kadang kita akan diduga dengan pelbagai kerenah rakan sekerja. Kemudian seorang lagi datang menemuiku. Dengan wajah sedih ia bercerita bahawa hari-hari dia menangis bila balik rumah selepas bekerja. Stress benar nampaknya guru ini....Kisahnya sama , dibuli, difitnah dan dimarahi oleh guru senior... Aku juga hanya mampu memberi motivasi dan minta banyakkan bersabar. Sekurang-kurangnya dua orang guru ini lega bila dapat meluahkan bebanan berat yang ditanggung. Kini aku pula yang menghadapi beban yang sama...terkedu aku bila secara tiba-tiba GKMP Bahasa meninggikan suara, menyindirku dan menarik muka masam hanya kerana dia stress bila menyediakan relief. Aku tahu kata-katanya ditujukan kepada aku...kerana aku dilihat relax sangat....maklumlah aku mengajar tingkatan 3, semua silibus dah habis sedangkan dia pula kena memeriksa kertas BM (Trial PM). Soalnya ...perlukah meninggikan suara? Bukankah gaji guru yang dibayar termasuk tugas memeriksa kertas peperiksaan ? Nak dijadikan cerita, aku diminta oleh PK menyampaikan pesanan beliau kepada semua GKMP tentang format dokumentasi yang perlu disediakan untuk pemeriksaan nazir. Aku akur, lalu ku dekati GKMP Kemanusiaan, GKMP Sains dan Matematik dan GKMP Bahasa.Sekali lagi aku terkedu bila GKMP Kemanusiaan menunjukkan respon yang negatif dan menunjukkan wajah yang kurang senang kerana menurutnya, kenapa PK tidak sampaikan sendiri? GKMP Bahasa lagilah dahsyat...muka mencuka, dan keluar kata-kata, " ingat cikgu-cikgu ni tak ada kerja lain ke? nak tanda kertas, kerja lain belambak..bila masa nak buat semua tu...orang atas memang la senang beri arahan, cuba turun dan buat kerja tu sanggup ke?" Hmm..aku hanya mendiamkan diri, api jangan dicurahkan minyak, nanti semakin marak, itulah prinsipku. Hanya GKMP Sains & Matematik yang ok, cool aje.... Mungkin antara 4 orang GKMP, aku yang termuda..maka mereka rasa tercabar bila aku sampaikan pesanan...Lagi satu aku telah bergerak pantas..aku telah gerakkan Ketua Panitia di bawahku untuk menyiapkan tugasan malah dijadikan contoh oleh KP yang lain...mungkin mereka jealous ...sebab aku relax kerja aku lebih pantas. Sebenarnya akupun banyak kerja, tugasan kursusku dengan IAB berlambak. Setiap malam aku tidur hampir pukul 1 malam malah kadang-kadang sampai pukul 3 pagi...Yang penting bijak mengurus masa, insyallah kerja dapat diselesaikan. barulah aku faham...kenapa guru-guru tersebut menemuiku, mencurahkan perasaan kepadaku..rupanya mereka juga menerima nasib yang sama denganku...menjadi sasaran kemarahan orang lain twalaupun tanpa kesalahan yang dilakukan..stress benarkah GKMP 2 orang ini? Bagi aku senang je, kalau tak mampu buat kerja sehingga kerja kita menyebabkan konflik dengan orang lain, maka tinggalkanlah tugas guru. Mungkin dah sampai masanya kita bersara bila kita sudah tidak mampu mengimbangi emosi dengan tugasan.. Sekadar luahan rasa..

Monday, October 8, 2012

SAYYIDUL ISTIGHFAR

Hampir setahun tak menulis.... Sebenarnya bukanlah sibuk sangat, tetapi tak ada idea langsung nak tulis apa. Huh....tiba-tiba teringat blog yang dah lama tak dijenguk. Hari ini saya 'copy' dan 'paste' satu perkongsian ilmu untuk tatapan pengunjung blog ini...itu pun jika ada. Sayyidul Istighfar Termasuk dzikir yang utama dan doa yang barokah yang sepantasnya bagi setiap muslim untuk menjaganya dan membacanya disetiap pagi dan sore hari adalah yang telah datang dalam shahih Al Bukhari dari hadits Syadad bin Aus Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shalallahu 'alahi wa Sallam bahwasannya beliau bersabda : سيد الاستغفار أن تقول (Sayyidul Istighfar adalah engkau mengatakan) : Termasuk dzikir yang utama dan doa yang barokah yang sepantasnya bagi setiap muslim untuk menjaganya dan membacanya disetiap pagi dan sore hari adalah yang telah datang dalam shahih Al Bukhari dari hadits Syadad bin Aus Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shalallahu 'alahi wa Sallam bahwasannya beliau bersabda : سيد الاستغفار أن تقول (Sayyidul Istighfar adalah engkau mengatakan) : اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَ أَنَا عَبْدُكَ وَ أَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَ وَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَ أَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ ” Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang bisa mengampuni segala dosa kecuali Engkau”. من قالها من النهار موقنا بها فمات من يومه قبل أن يمسي فهو من أهل الجنة و من قالها من الليل و هو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة . ‌ Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka ia termasuk penduduk surga. ” (HR. Al-Bukhari - Fathul Baari 11/97) Ini adalah doa yang agung yang mencakup banyak makna : taubat, merendahkan diri kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala dan kembali menghadap kepada-Nya. Nabi Shalallahu 'alahi wa Sallam menamainya sebagai Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yang demikian itu dikarenakan ia melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan. Dan lebih tinggi dalam hal kedudukan. Diantara makna sayyid adalah orang yang melebihi kaumnya dalam hal kebaikan dan yang berkedudukan tinggi dikalangan mereka. Sisi lebih dari keutamaan doa ini dibanding bentuk istighfar yang lain adalah : Nabi Shalallahu 'alahi wasallam mengawalinya dengan pujian kepada Allah dan pengakuan bahwa dirinya adalah hamba Allah sebagai makhluk ciptaan-Nya (penetapan Tauhid Ar Rububiyyah), Dan bahwa Allah adalah Al Ma'buud (sesembahan) yang haq dan tiada sesembahan yang haq yang selainNya. Maka Dia adalah satu-satunya yang berhak dibadahi dan ini merupakan realisasi Tauhid Al Uluhiyyah. Pernyataannya bahwa ia senantiasa tegak diatas janji dan kokoh diatas ikatan berupa iman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, seluruh nabi dan rasul-Nya. Menjalankan segenap ketaatan kepada Allah dan perintah-Nya. Ia akan menjalaninya sesuai kemampuan dan kesanggupannya. Kemudian ia berlindung kepada Allah Subhanahu dari seluruh kejelekan apa yang telah dia perbuat, baik sikap kurang dalam menjalani apa yang Allah wajibkan baginya yaitu mensyukuri nikmat-Nya ataupun berupa perbuatan dosa. Kemudian ia mengakui akan nikmat Allah yang terus datang beruntun dan anugerah-Nya serta pemberian -Nya yang tiada pernah berhenti. Dan ia mengakui atas dosa-dosanya, sehingga iapun lantas memohon ampunan kepada Allah Suhhanahu wa Ta'ala dari itu semua dengan segenap pengakuannya bahwa tiada yang bisa mengampuni segala dosa kecuali Allah Suhhanahu wa Ta'ala. وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135) “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. ” (Al Imran : 135) Ini adalah paling sempurna apa yang ada pada sebuah doa. Karena itu ia menjadi seagung-agungnya bentuk istighfar dan yang paling utama dan paling mencakup untuk kandungan maknanya yang mesti akan diampuni dosa-dosa. Kemudian Nabi Shalallahu 'alahi wa Sallam menghakhiri penyebutan doa tersebut dengan menjelaskan pahala yang besar dan ganjaran yang luar biasa yang akan didapat oleh orang yang menjaga doa tersebut setiap pagi dan sore hari. Maka Beliau Shalallahu 'alahi wa Sallam mengatakan : “Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka ia termasuk penduduk surga. ” Hanyalah Seorang yang mengucapkan doa ini dan menjaganya yang akan memperoleh janji yang mulia dan pahala serta ganjaran besar nan utama ini, karena ia telah membuka harinya dan menutupnya dengan penetapan Tauhidullah baik Rububiyyah-Nya dan Ululhiyyah-Nya. Dan pengakuan dirinya sebagai hamba yang siap menghamba dan persaksiannya terhadap anugerah dan nikmat Allah. Pengakuannya dan kesadarannya akan kekurangan-kekurangan dirinya dan permohonan maaf dan ampunan dari Dzat yang Maha Pengampun, diiringi dengan rasa tunduk dan rendah dihadapan-Nya untuk senantiasa patuh dan taat kepada-Nya. Ini semua merupakan cakupan makna yang utama dan sifat yang mulia yang ia buka dan tutup lembaran siangnya. Yang pantas bagi orang yang mengucapkan dan menjaganya mendapat maaf dan ampunan, terbebas dari neraka dan masuk surga. Wallahu a'lam bisshowab. Kita memohon kepada Alloh Yang Maha Mulia berupa keutamaan dan anugerah-Nya. (Lihat kitab Fiqhul Ad'iyyah wal adzkar II/17-20. As Syaikh Abdur Rozaq bin abdil Muhsin Al Badr. ) Diringkas oleh Muhammad Ar Rifa'i) DIANTARA KEUTAMAAN ISTIGHFAR ــ طوبى لمن وجد في صحيفته استغفارا كثيرا . ‌ “Berbahagialah bagi orang yang mendapati dalam catatan amalnya istighfar yang banyak” (HR. Al Baihaqi, Imam Ahmad dalm Az Zuhd dan Dishahihkan Syaikh Al Albany. Lihat Shahih Al Jami' no. hadits 3930) ــ من أحب أن تسره صحيفته فليكثر فيها من الاستغفار . ‌ “Siapa yang suka agar catatan amalnya membuat ia senang maka perbanyaklah padanya istighfar. ” ( Hadits dihasankan syaikh. Al Albany, lihat Shahihul jami' no. hadits 5955) ــ يا معشر النساء ! تصدقن و أكثرن الاستغفار فإني رأيتكن أكثر أهل النار إنكن تكثرن اللعن و تكفرن العشير ما رأيت من ناقصات عقل و دين أغلب لذي لب منكن أما نقصان العقل : فشهادة امرأتين تعدل شهادة رجل فهذا نقصان العقل و تمكث الليالي ما تصلي و تفطر في رمضان فهذا نقصان الدين . ‌ “Wahai sekalian wanita ! bershadaqahlah kalian dan perbanyaklah istighfar karena aku telah melihat kalian adalah mayoritas penduduk neraka. Sesungguhnya kalian banyak melaknat dan mengkufuri suami. Tidaklah aku dapati yang kurang aqalnya dan agamanya mampu mengalahkan yang mempunyai akal daripada kalian. Adapun kurang aqal : maka persaksian dua wanita sebanding persaksian satu laki-laki maka yang demikian adalah kurangnya aqal. Dan dia tinggal menjalani beberapa malam tanpa sholat dan dia berbuka (tidak puasa) di bulan ramadhan maka ini adalah kurangnya agama. ” (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan lainnya. dan Dishahihkan Syaikh Al Albany. Lihat Shahih Al Jami' no. hadits 7980) ــ إن الرجل لترفع درجته في الجنة فيقول : أنى لي هذا ؟ فيقال : باستغفار ولدك لك . ‌ “Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat derajatnya disurga, maka iapun berkata : Bagaimana ini bisa untukku? Maka dikatakan : disebabkan anakmu beristighfar (memohonkan ampun) untukmu. (HR. Ahmad, Al Baihaqi dan lainnya, Dishahihkan Syaikh Al Albany. Lihat Shahih Al Jami' no. hadits 1617) sumber: www. darussalaf. or. id, penulis: Al-Ustadz Muhammad Ar Rifai

Thursday, December 29, 2011

Dah agak lama aku tak update blog aku ni. Yang lucunya, aku cuba cari satu topik tentang hadis palsu berkenaan surah yaasin, akhirnya antara blog yang aku temui ialah blog aku sendiri.Terus menulis...
Dua hari berturut-turut sebelum ini aku menghadiri mesyuarat di sekolahku...sebagai persediaan untuk tahun 2012. Aku datang ke sekolah dengan azam baru dan semangat baru. Ku lihat ramai rakan-rakan guru ceria dan gembira untuk memulakan tugas semula setelah bercuti hampir sebulan setengah lamanya. Malangnya bukan semuanya begitu....aku melihat ada empat orang guru dengan wajah mencuka dan monyok seolah-olah terpaksa datang ke sekolah sebagaimana budak darjah satu zaman dulu-dulu yang tak nak ke sekolah tapi dipaksa oleh ibu bapa mereka. Hati kecilku berkata..agaknya mereka ni salah pilih profesion...atau guru adalah pilihan terakhir sebab lepas grad tak dapat kerja. Hai apa nak jadi dengan dunia pendidikan....kesian kat murid-murid, kesian kat ibu bapa, kesian kat sekolah dan paling kesian kat diri mereka sendiri.Kerja tak ikhlas....tentulah tak sempurna hasilnya. Kepada yang di luar sana yang mengintai-intai kerja sebagai guru, pastikan anda benar-benar ikhlas kerana tugas kita ini turut dipersoalkan selepas kematian.

Tuesday, October 18, 2011

Sekadar luahan rasa

Sekadar luahan rasa.....
Sebagai warga pendidik seharusnya insan yang terlibat dalam bidang ini bukan sahaja mampu menjadi suri teladan kepada anak didik malah kepada masyarakat luar.Pendidik seharusnya digambarkan sebagai seorang yang berbudi pekerti luhur, baik tutur katanya, bijaksana dalam bidang yang diceburi, sentiasa menghormati orang lain dan macam-macam nilai yang baik. Namun tidak semua pendidik begitu.....dunia pendidikan ini rupanya hanya indah di luar tetapi penuh dengan seribu satu macam kerenah pendidik. Soalnya ..bagaimana nak didik orang lain, bagaimana nak memanusiakan manusia kalau pendidik sendiri sikap caca marba. Dalam dunia pendidikan ini rupanya ada pemimpin yang bias, ada insan yang suka budaya satay, ada yang suka menyalak, ada yang suka mencantas, ada yang suka mengulau dan macam-macam budaya negatif.

Kata-kata Pak Ungku memang benar...

Rajin bercakap, rajin bekerja - bagus sekali.
Rajin bekerja, malas bercakap - kena buli.
Malas kerja, rajin bercakap - wayang Cina.
Malas bekerja, malas bercakap - tak guna.
Malas bekerja, suka mengadu - nyanyuk.
Malas bekerja, suka menyibuk - baik mati.

Tuesday, July 26, 2011

Guru dan Data
Guru dan data memang tak dapat dipisahkan. Macam-macam data yang diuruskan....seperti data murid, markah peperiksaan, Headcount, data perabut dan macam-macam lagi. Kali ni aku berurusan lagi dengan data...cuma aku agak keliru kenapa mesti buat kerja dua kali? Maksud aku, sebelum ini kami guru mata pelajaran telah mengisi markah peperiksaan di sekolah. Sekarang kami diminta sekali lagi mengisi markah tersebut secara online.... Terfikir juga aku..tidak adakah pakar ICT di negara kita yang boleh memudahkan pengurusan data ini? Kenapa mesti bermula dari A semula? Cukup guru isi sekali sahaja di sekolah, lepas itu data tersebut di hantar secara online oleh SU peperiksaan.... lalu pakar ICT kita pun proseslah... ..Rupa-rupanya negara kita masih ketinggalan!

Thursday, May 5, 2011

Bingung

Pelbagai kerenah rakan sekerja membuat aku menjadi bingung. Sebenarnya apa yang mereka mahu...?Ada yang lebih sudu dari kuah, ada yang suka mengarah, ada yang suka membuli dan macam-macam lagi. Aku rimas dengan keadaan ini.Ada juga yang menjadikan hobi menulis surat .
Dari beberapa kuliah agama yang aku hadiri, barulah aku mengerti....syaitan akan memainkan peranan mengoda dan merosakkan manusia tanpa henti agar manusia beramai-ramai masuk neraka.Aku begitu takut sekali...takut akupun terjebak dalam kancah ini..
Hanya satu yang aku harapkan....aku dan rakan sekerja ku berada dalam lindungan Alah swt.Aku hanya mampu berdoa walaupun jauh di hati kecilku aku ingin sekali berbicara dan menyedarkan mereka bahawa mereka dah mula lupa akan ingatan Allah.Itulah antara sebabnya suasana di sekolahku ini agak panas, merunsingkan dan membingungkan.

Hanya sekadar luahan rasa...